Kamis, 10 Mei 2012


AYO BERPIKIR CERDAS DAN KREATIF!!!!!


OPINI | 19 November 2010 | 12:50Dibaca: 535   Komentar: 1   Nihil
Mungkin banyak diantara kita yang beranggapan bahwa cerdas adalah pintar dalam bidang edukasi. Padahal cerdas disini tidak hanya dalam aspek pendidikan saja. Tetapi dalam hal menyelesaikan masalah, berpikir kreatif, menyesuaikan diri dan menguasai lingkungan. Kecerdasan diturunkan dari kata “inteligensi” yang memiliki makna kata yang abstrak. Banyak para ahli yang berpendapat tentang pengertian kecerdasan. Tapi dari beberapa pendapat para ahli tersebut, saya menyimpulkan bahwa kecerdasan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam bidang linguistik, logika matematika, musik, keruangan, kinestetik motorik, interpersonal dan intrapersonal. Akan tetapi, umumnya orang tidak mampu mengoptiomalkan semua aspek, hanya bisa mengoptimalkan beberapa aspek saja. Misalnya, seseorang yang pintar bermain musik belum tentu mampu bekerja sama dengan orang lain secara baik.
Tingkat kecerdasan setiap anak berbeda karena dalam perkembangan kecerdasan ada beberapa faktor diantaranya faktor bawaan, minat, pembentukan, kematangan, dan kebebasan. Faktor-faktor tersebut saling berpengaruh satu sama lain, sehingga dalam menentukan kecerdasan seseorang kita tidak boleh berpegangan pada salah satu faktor saja. Selain itu, kecerdasan setiap orang juga berbeda-beda. Dewasa ini klasifikasi kecerdasan masih mengikuti klasifikasi yang dikembangkan oleh Binet dan Simon yaitu idiot, embisil, moron, inferior, bodoh, normal/rata-rata, pandai, superior, sangat superior, gifted, dan genius.
Kata cerdas memang tidak lepas dari kata kreatif. Kreatif adalah berpikir untuk mengeluarkan ide atau gagasan yang baru sesuai dengan potensi diri. Kreativitas tidak muncul secara tiba-tiba tetapi melalui proses. kreativitas juga menuntut banyak usaha yang keras dan persiapan yang matang. Oleh karena itu, kreativitas perlu dipupuk sejak usia dini. Bahkan dalam kegiatan belajar mengajar, peran guru sangat berpengaruh. Guru diharapkan mampu mengasah kreativitas anak didiknya, sehingga anak-anak mampu berpikir kritis dan unik.
Menurut Robert J Sternberg, seorang siswa dikatakan memiliki kreativitas dikelas jika siswa tersebut senantiasa menunjukan: (1) merasa pensaran dan rasa ingin tahu, menantang dan  mempertanyakan serta tidak terpaku pada kaidah-kaidah yang ada, (2) berpikir lateral, (3) memimpikan tentang sesuatu, (4) mengeksplorasi berbagai pemikiran dan pilihan, (5) merefleksi secara kritis setiap gagasan yang dikemukakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar